Pengunjung




Siapakah pendiri Kota Medan?

Kota Medan merupakan kota terbesar nomor tiga setelah Jakarta dan Surabaya. Kota Medan merupakan kota metropolitan yang berpenduduk sekitar 2,5 juta jiwa. Uniknya penduduk kota Medan akan berkurang jumlahnya jika tiba pada malam hari; kok bisa ya? mungkin itu yang menjadi pertanyaan anda. Ia, memang jumlah penduduk kota Medan berbeda pada siang dan malam hari dikarenakan kota Medan di kelilingi oleh beberapa kabupaten, antara lain; kab. Deli Serdang, kab. Karo, kab, Serdang Bedagai dan Kota madya Binjai; dimana jika pada siang hari banyak penduduk dari beberapa tempat yang disebutkan diatas datang ke kota Medan untuk bekerja dan pada sore hari pulang sehingga menyebabkan perbedaan jumlah penduduk di kota Medan antara siang dan malam hari. 

Mungkin pernah terlintas dibenak anda tentang pendiri Kota Medan dan asal muasal nama Kota Medan. Nama pendiri Kota Medan adalah GURU PATIMPUS SEMBIRING PELAWI. Guru Patimpus berasal dari dataran tinggi kabupaten karo yang berjarak sekitar 60 km dari pusat Kota Medan. Guru Patimpus merupakan suko karo yang memiliki marga Sembiring Pelawi. Ada lima kelompok besar marga di dalam suku karo, yaitu:  Karo-Karo, Ginting, Tarigan, Sembiring dan Perangin-angin.

Dalam Riwayat Hamparan Perak yang dokumen aslinya ditulis dalam huruf Karo pada rangkaian bilah bambu, tercatat Guru Patimpus, tokoh masyarakat Karo, sebagai orang yang pertama kali membuka “desa” yang diberi nama Medan. Namun, naskah asli Riwayat Hamparan Perak yang tersimpan di rumah Datuk Hamparan Perak terakhir telah hangus terbakar ketika terjadi “kerusuhan sosial”, tepatnya tanggal 4 Maret 1946. Patimpus adalah anak Tuan Si Raja Hita, pemimpin Karo yang tinggal di Kampung Pekan (Pakan). Ia menolak menggantikan ayahnya dan lebih tertarik pada ilmu pengetahuan dan mistik, sehingga akhirnya dikenal sebagai Guru Patimpus. Antara tahun 1614-1630 Masehi, ia belajar agama Islam dan diislamkan oleh Datuk Kota Bangun, setelah kalah dalam adu kesaktian. Selanjutnya Guru Patimpus menikah dengan adik Tarigan, pemimpin daerah yang sekarang bernama Pulau Brayan dan membuka Desa Medan yang terletak di antara Sungai Babura dan Sungai Deli. Dia pun lalu memimpin desa tersebut. Guru dalam bahasa karo merupakan sebutan yang merujuk pada sesorang yang memiliki kekuatan supranatural atau kekuatan magis. 

Medan berasal dari bahasa karo yaitu “Madan” yang artinya didalam bahasa Indonesia adalah Sembuh; dari kata Madan inilah lambat laun pengucapnya berubah menjadi Medan. Hari jadi Kota Medan ditetapkan pada tgl 01 Juli 1590, dimana tangal dan bulan tersebut merupakan tanggal lahir dari Guru Patimpus Sembiring Pelawi. 

MEJUAH-JUAH

Our Bank


BANK NAME : BANK NEGARA INDONESIA (BNI 46)
ACC NUMBER : 0284583779 (US$)
SWIFT CODE : BNINIDJARNN
BENEFECIARY NAME : ESRON TARIGAN
BRANCH : RENON-BALI


MANDIRI

NoRek. 1050011328543
An. Nurhaijah Verawati Saragih